Bismillah. Sejak 19 Juli 2011 aku mulai menuntut ilmu di Mdarasah Mualimat Yogyakarta. Kutinggalkan Ayah,Ibu, saudara dan teman teman di kampung halaman ( Rejasa, Madukara, Banjarnegara, Jawa Tengah)..Puluhan kilometer jarak Banjarnegara - Yogyakarta tak mengerdilkan semangatku.
Awal perjuanganku di yoyakarta, terasa berat berpisah dengan orang orang tercinta. Tapi, demi cita-cita, demi meraih ridlo dan pertolongan Alloh, aku harus bangkit, bergerak, berkarya dan berprestasi. Aku gak boleh cengeng. Bismillah, bersama Alloh, tak ada yang tak mungkin. Bersama Alloh, aku akan baik-baik saja.
Saat itu umurku belum genap 12 tahun. Aku masih manja dan kolokan saat dilepas Ayah iIbu di belantara Yogyakarta. Alhamdulillah, atas hidayah Alloh lewat Ustad , Ustadzah dan teman-teman di madrsah Mualimat aku mulai mengenali diri sendiri, kenal lingkungan, kenal medan juang, kenal Alloh yang menciptakan aku, maka aku makin mantap menatap masa depan. Segala tugas, kewajiban, dan tanggungjawab yang menyangkut Madrasah, asrama, teman-teman, orangtua dan yang menyangkut urusan dengan Alloh kujalani dengan semangat, gembira, iklas , cermat dan tekun, sehingga yang berat terasa ringan, yang menyebalkan terasa gairah. Aku makin gagah.
Cobaan, rintangan dan gangguan di perantauan memang ada. Uang pas-pasan, jatuh sakit, omelan , kehilangan sesuatu, beda pendapat, tugas menumpuk , hujan deras, panas menyengat adalah hal biasa kutemui. Tapi semua itu kurasa sebagai bumbu perjuangan agar hasilnya sedap gurih nikmat.
Di Madarasah Mualimat Yogyakarta aku dan teman-teman dilajari cara beragama yang baik, benar dan tepat guna. Pelajaran akidah, ahlak, ibadah, fiqih dan sejarah Islam membuatku makin cinta Islam, cinta Alloh dan Rosul.. Dalam hal ibadah kami dibimbing dengan cermat agar sesuai tuntunan quran dan sunah rosul, jangan sampai menyimpang dari quran dan hadis. Itulah salah satu keunggulan Madrasah Mualimat Yogyakarta.
Agar dalam dan semakin.dalam mempelajari Islam, maka para siswa diajari bahasa arab, baca quran , serta hafalan quran dan hadis.
Pembelajaran IPTEK, SaIN, NASIONALISME, PATRIOTISME, ETIKA DAN ESTETIKA di Madrasah Mualimat Yogyakarta sungguh sangat menyenangkan, menggairahkan dan merindukan. Pembelajaran dilakukan secara demokratis lewat diskusi, game, outbond, media pembelajaran canggih, guru yag cerdas dan arif serta study kaus dan studytour. Terima kasih Bapak Ibu Guru. Terima kasih Bapak Ibu Asrama. Jasa Paduka tiada tara, semoga dibalas Alloh dengan limpahan taufik, rahmah dan hidayah. Amin.
Juga terima kasih aku ucapkan kepada Ayah, Ibu dan Mas Ibrahim Perwira Aji yang setia mendidik dan mensuport aku. JAZAKUMULLOHA KHOIRON KATSIRON.
Juga terima kasih aku ucapkan kepada Ayah, Ibu dan Mas Ibrahim Perwira Aji yang setia mendidik dan mensuport aku. JAZAKUMULLOHA KHOIRON KATSIRON.
Setamat dari Madrasah Mualimat Yogyakarta, saya masih ingin menimba ilmu di SMA/MA dan Perguruan tinggi di Yogyakarta yang aman, damai, ramah dan cocok buat pendidikan.
Kepada seluruh pembaca tulisan ini, saya mohon didoakan dan dibantu menjadi anak yang sholihah, sehat, cerdas, trampil, mandiri, takwa dan banyak karya luhur sehingga sukses dunia aherat. Amin.
Yogyakarta, Rabu : 2 Januari 2013
Hamba Alloh yang doif,
Aisyah Nurul Amini
REJASA , BANJARNEGARA, JAWA TENGAH, INDONESIA